Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2013

Winamp Akhirnya Gulung Tikar, Setelah Bertahan Selama 15 Tahun

Winamp sebenarnya sempat meraih masa kejayaan ketika dijual dari Nullsoft ke AOL seharga 80 juta dollar. Namun sejak penjualan itu, Winamp selalu mendapat gempuran dari berbagai aplikasi pemutar musik yang lain. Walaupun popularitasnya terus menerus menurun, namun Winamp mencoba untuk tetap bertahan. Akhirnya, Winamp memutuskan untuk gulung tikar pada akhir tahun ini. Website dan juga semua layanan web Winamp akan ditutup mulai tanggal 20 Desember 2013, dan aplikasinya juga tidak akan bisa diunduh lagi.















Jika Anda pernah menggunakan Winamp, pasti Anda akan ingat kalimat pada demo MP3 yang diputar ketika Anda selesai menginstalnya, yaitu “Winamp, it really whips the llama’s ass” yang diikuti dengan suara kambing. Ya, suara tersebut mungkin hanya akan menjadi kenangan terhitung 20 Desember mendatang.
Dalam sebuah wawancara dengan Ars Technica setahun yang lalu, Rob Lord, general manager Winamp yang pertama mengatakan, “satu-satunya alasan mengapa Winamp tidak bisa berada di posisi iTunes sekarang adalah karena kesalahan manajemen yang dilakukan oleh AOL ketika baru mengakuisisinya.”
Ya, AOL memang kurang inovatif dalam mengembangkan Winamp. AOL merilis Winamp untuk Android pada tahun 2010 dan juga Winamp untuk Mac pada tahun 2011. Kedua produk tersebut banyak mendapat kritikan karena gagal total di pasaran. Semenjak saat itu Winamp seakan mati suri, bahkan blog resminya pun sudah tidak pernah diperbaharui semenjak satu tahun yang lalu.
Jika Anda merupakan pengguna setia Winamp dan ingin mengunduh versi terbaru sekaligus versi terakhirnya, maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengunduhnya di situs resminya. Pasalnya mulai tanggal 20 Desember 2013, Anda sudah tidak bisa lagi mengunduh salah satu aplikasi media player legendaris ini.

sumber

Selasa, 24 Desember 2013

Toleransi Islam untuk 25 Desember



Natal jelas bukan perayaan kaum Muslim, dan kaum Muslim harusnya tidak berkepntingan dengan itu. Namun jelas ada hubungannya dengan kaum Muslim mengingat sebagian besar daripada kita juga berhubungan dengan sesame kita yang merayakannya. Karena itu menjadi penting kiranya kita membahas bagaimana pandangan Islam tentang Natal dan seputarnya serta toleransi kita di dalamnya.

Sebagaimana yang kita ketahui, 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus Sang Mesias (Isa Al-Masih). Walaupun gereja Katolik menganggapnya begitu.

Encyclopedia Britannica (1946), menjelaskan, “Natal bukanlag upacara-upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”. Secara sains, dibuktikan tanggal 25 Desember adalah pertama kalinya matahari bergerak kea rah utara dan memberikan kehangatan setelah matahari berada di titik terendah di selatan pada 22-24 Desember (Winter Solstice) yang menyebabkan bumi berada di titik terdingin.

Karena itulah orang Yunani pada masa awal merayakan lahirnya Dewa Mithra pada 25 Desember, dan orang Latin merayakan hari yang sama sebagai kelahiran kembali sol Invictus (Dewa Matahari Pula). Singkatnya bila kelahiran Yesus disangka 25 Desember, maka itu adalah kesalahan yang nyata.

Namun, bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah bahwa umat Kristen telah menjadikan tanggal 25 bukan hanya sebagai peringatan, tapi perayaan kelahiran ‘Tuhan Tesus’ bagi mereka. Sehingga permasalahannya berubah menjadi peraqidah. Karena itulah dalam Islam, kita pun dilarang ikut-ikutan merayakan Natal, karena itu adalah perayaan aqidah. Termasuk ikut memberikan ‘selamat natal’ atau sekedar ucapan ‘selamat’ saha. Karena sama saja kita mengakui bahwa Natal adalah hari lahir ‘Tuhan Yesus’ bagi mereka.

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan : “Bahwasannya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka katakana itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih (QS Al-Maidah [5] : 73)

Seringkali kita beralasan, “Tapi kan enggak enak, dia bos saya/ teman saya/ dll, masak saya nggak ngucapin, kalo dalam hari mengingkari kan gak papa, yang penting niatnya! Toleransi dong!”

Perlu kita sampaikan, niat apapun yang kita punya, apabila kita melakukan hal itu, maka sama saja hukumnya. Dan toleransi bukanlah mengikuti perayaan aqidah umat lain. Oleh karena itu harusnya kita lebih takut kepada Allah disbanding kepada manusia.

Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir (QS Al-Maidah [5] : 44)

Lalu bagaimana toleransi Islam terhadap agama lain? Toleransi kita hanya membiarkan mereka melakukan apa yang mereka yakini tanpa kita ganggu. Itulah toleransi kita.

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku (QS Al-Kafirun [109] : 6)

Toleransi bukannya ikut-ikutan dengan kebablasan dan justru terjebak dalam kekufuran. Sebagai Muslim harusnya kita menyampaikan bahwa perayaan semacam ini adalah salah. Dan kalupun toleransi, bukan berarti mengorbankan aqidah kita, mari kita ingat pesan Rasulullah.

“Sungguh kamu akan mengikuti (dan meniru) tradisi umat-umat sebelum kamu bagaikan buku anak panah yang serupa dengan bulu anak panah lainnya, sampai kalaupun mereka masung liang biawak niscaya kamu akan masuk ke dalamnya pula”. Sebagian sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, orang-oran Yahudi dan Nasrani-kah?” Beliau menjawab : “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (H.R Bukhari dan Muslim).

Alhasil sekali lagi kita mengingatkan bahwa haram hukumnya di dalam Islam mengikuti perayaan Natal, juga termasuk mengucapkan ‘Selamat Natal/Selamat’ ataupun yang semisalnya. Mudah-mudahan Allah menunjuki kita dan mereka.

Rabu, 18 Desember 2013

Australia Temukan Meriam Asal Indonesia

Bagian dari sebuah meriam yang berasal dari Indonesia ditemukan di pantai Dundee, wilayah Australia bagian utara. Temuan itu mengubah sejarah kontak awal dengan Australia, yang semula dipercaya dimulai oleh bangsa Eropa.

Bagian dari meriam yang ditemukan berupa bagian yang digunakan untuk menembak. Pecahan meriam itu ditemukan oleh seorang pria lokal bernama Christopher Doukas pada tahun 2010. Temuan itu selanjutnya diteliti oleh ilmuwan.

Segera setelah penemuan, ilmuwan Australia menduga bahwa meriam itu merupakan milik pelayar Indonesia. Meriam berasal dari abad ke-16, pada permulaan hubungan dagang teripang yang melibatkan orang-orang Makassar.

Menurut dugaan ilmuwan, pelayar asal Indonesia tersebut kehilangan meriamnya. Diduga, kapal yang digunakan oleh pelayar itu tenggelam. Meriam pun terbawa arus hingga sampai ke wilayah Australia.

Dugaan itu dibenarkan oleh Matt Cupper dari University of Melbourne. Membersihkan bagian meriam dan menganalisisnya dengan teknik optik, Cupper mengonfirmasi bahwa artefak itu berusia 150 tahun. Analisis logam pun mampu mengonfirmasi asal-usul logam yang dipakai untuk membuat meriam.

"Meriam Dundee Beach penting karena ini mungkin artefak paling awal yang ditemukan di wilayah utara Australia. Ini mungkin juga bukti kontak Australia dengan dunia luar yang lebih awal dari kedatangan Inggris," kata Cupper seperti dikutip Daily Mail, Selasa (17/12/2013).

Sebelumnya dipercaya bahwa orang pertama yang datang ke Australia adalah Kapten James Cook asal Inggris pada tahun 1770. Bila meriam ini terbukti berasal dari masa tersebut, maka bisa dibilang bahwa kontak manusia dengan Australia sudah dimulai sebelum James Cook.

Sejarah juga mencatat bahwa sudah ada penjelajah asal Belanda, Willem Janszoon, yang datang ke Australia pada tahun 1606. Beberapa tahun kemudian, orang Belanda lain, Dirk Hartog, juga sudah sampai di benua itu.

Temuan lain, berupa koin, malah mengungkap bahwa kontak manusia dengan Australia sudah dimulai sejak lebih dari 1.000 tahun lalu. Saat itu, diduga sudah ada perdangan antara India, Afrika, dan Australia.

Sumber

Selasa, 10 Desember 2013

Korban Meninggal Kecelakaan KRL di Bintaro Jadi Sembilan Orang











Korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL di Bintaro, Tangerang, Senin (9/12) siang, menjadi sembilan orang. Dua korban yang baru dievakuasi dari dalam gerbong berjenis kelamin perempuan.

Pantauan Rol di lapangan, dua jenazah berjenis kelamin perempuan itu kini dievakuasi ke Rumah Sakit Pertamina Pusat, Jakarta.

Warga sekitar memperkirakan, 20 penumpang yang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup kemungkinan besar meninggal dunia. Sebab, saat diselamatkan kondisi mayoritas korban sudah sangat parah.

Sebelumnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan KRL Commuterline yang menabrak mobil tanki Pertamina di persimpangan kereta Bintaro, Tangerang, Senin (9/12). Namun, identitas ketujuh korban belum diketahui.

Selain dievakuasi ke RSPP, jenazah korban dan korban luka-luka dilarikan ke dua RS, yakni RS Dr Suyoto dan RS Fatmawati.

Sumber

Kamis, 26 September 2013

Iran Desak Israel Serahkan Program Nuklir ke Dunia Internasional

NEW YORK, - Presiden Iran Hassan Rohani, Kamis (26/9/2013), meminta agar Israel menyerahkan program nuklirnya di bawah pengawasan internasional. Pernyataan Rohani ini disampaikan menjelang pertemuan menlu Iran dan negara-negara Barat terkait perselisihan program nuklir Iran.

"Israel, adalah satu-satunya negara yang tidak menandatangani perjanjian non-proliferasi di Timur Tengah. Israel seharusnya segera bergabung tanpa perlu menunda lagi," kata Rohani. Rohani menambahkan, semua aktivitas nuklir Timur Tengah nantinya akan menjadi tanggung jawab Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Iran saat ini masih berselisih paham dengan IAEA yang menganggap negeri itu belum memberikan bukti definitif terkait klaim Iran bahwa program nuklir negeri itu adalah murni untuk tujuan damai. "Tak satu negarapun bisa memiliki senjata nuklir, karena tak ada tangan yang tepat untuk mengendalikannya," ujar Rohani.

Sementara itu, kepada harianThe Washington Post, Rohani mengatakan dia menginginkan sebuah kesepakatan cepat untuk mengakhiri tuduhan Barat bahwa Iran berencana membuat senjata nuklir. 

Sumber : Info Militer Dunia 

Meski Serahkan Senjata, Assad Duga AS Nekat Gempur Suriah

Presiden Suriah, Bashar al-Assad, kembali muncul dalam sebuah wawacara terbaru di Damaskus, dengan jaringan televisi Venezuela,Telesur, yang disiarkan kemarin (25/9/2013). Dalam wawancara sekitar 40 menit, Assad mengatakan, bahwa dia tidak mengabaikan, kemungkinan Amerika Serikat akan menyerang Suriah.

Kata Assad, AS tetap berambisi untuk menyerang negaranya, meski senjata kimia yang dimiliki negaranya telah dia serahkan sesuai kesepakatan yang dibuat Rusia dan AS. Dalam wawancara, Assad juga mempunyai pengkuan dari pemberontak, bahwa merekalah yang menggunakan senjata kimia dalam perang sipil yang berkecamuk di Suriah.

”Semua bukti menunjuk, bahwa pemberontak bertanggung jawab atas serangan tersebut,” bunyi pernyataan Assad, dalam wawancara itu, yang dilansirTime, Kamis (26/9/2013). Assad mengaku, pihak berwenang Suriah sudah membongkar semua senjata kimia, termasuk laboraturium milik pemberontak.

Bukti-bukti itu, lanjut Assad, sudah diserahkan kepada Rusia. Dalam pidato di sidang Majelis Umum PBB, Selasa lalu, Obama mengatakan, bahwa dia tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan Assad. Tapi Washington dan Moskow, tetap berselisih perihal penanganan terhadap Suriah, jika Assad mengkhianati kesepakatan untuk menyerahkan semua cadangan senjata kimia.

Assad memprediksi, para pemberontak yang ia sebut sebagai teroris, akan memblokir akses inspktur PBB yang masuk ke Suriah, guna mengamankan senjata kimia tersebut. Tak hanya itu, Assad juga blak-blakan, menyampaikan, jika negara-negara lain, termasuk Arab Saudi telah mempersenjatai pemberontak Suriah mempersenjatai. Namun, Assad mengaku tidak memiliki bukti, jika negara-negara tersebut memasok senjata kimia untuk pemberontak.

Assad juga menuduh pemerintahan Obama telah berbohong kepada warga AS, dengan mengklaim memiliki bukti bahwa Pemerintahnya bertanggung jawab atas serangan senjata kimia pada 21 Agustus 2013. Serangan itu diklaim AS telah menewaskan ribuan orang. Tidak hanya Assad yang curiga jika AS akan nekat menyerang Suriah. Sebelumnya, Moskow juga mengkhawatirkan hal serupa.

Rusia menduga, kesepakatan penyerahan senjata kimia Suriah, hanya untuk menunda agresi militer AS terhadap rezim Suriah. ”Sayangnya itu perlu untuk dicatat, bahwa dalam kontak dengan Amerika, hal-hal yang tidak akan begitu lancar. Mereka tidak cukup dengan arah yang seharusya (diplomasi politik),” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov.

”Para pejabat AS selalu menyebutkan, bahwa rencana untuk menghukum Damaskus tetap berlaku. Kami menarik kesimpulan tertentu dari itu, dan menganggap bahwa ancaman agresi yang melanggar hukum internasional sejauh ini hanya tertunda, tidak dihentikan sepenuhnya,” tutur Ryabkov.

Jumat, 26 Juli 2013

Militer Mesir Mulai Terpecah


















Di kutip dari kantor berita Tahrir News, Mesir, Komandan Militer Angkatan Bersenjata ketiga, Jendral Usamah Askar, menghimbau seluruh kelompok politik dan lapisan masyarakat di daerah Kanal Suez, Sinai Selatan dan Laut merah untuk segera melakukan rekonsiliasi dan dialog bersama.

Jendral Askar menekankan bahwa pasukan Angkatan Darat Ketiga tidak akan terlibat dalam tindak kekerasan manapun, tugas tentara melindungi seluruh rakyat Mesir, tanpa perlakuan diskriminatif kepada suatu kelompok.

Karena tugas militer adalah menjaga ketenteraman dan keamanan harta, benda, dan jiwa masyarakat, serta menjaga instalasi penting di negara ini.

Himbauan ini datang sebagai tanggapan terhadap isi pidato Panglima Besar Jendral Abdel Fattah al-Sisi, dimana Sisi meminta sebagian rakyat Mesir turun ke jalan pada hari Jum’at, memberi militer mandat melawan pendukung Pro Mursi yang dianggap sebagai teroris.

Jendral Askar menambahkan bahwa negara tidak akan stabil dengan adanya kekerasan dan pertumpahan darah, ia meminta kepada seluruh kelompok politik, agama, dan golongan untuk duduk bersama mencari jalan keluar dari krisis yang melanda Mesir.

Rabu, 24 Juli 2013

Nuklir Tsunami, Senjata Konspirasi Pemusnah Massal

Nuklir Tsunami, Akhirnya Terungkap, Sebagai Senjata Pemusnah Massal. Sebelum ditemukannya senjata nuklir, Tsunami terakhir terjadi pada tahun 1883. Tsunami yang terjadi disebabkan oleh sebuah Letusan Vulkanis di pulau Krakatau, Indonesia!

Bisa saja kebetulan tetapi tsunami berikutnya terjadi di lepas pantai Alaska pada tahun 1946.

Pentagon memiliki lebih dari 10,000 buah Nuklir yang mematikan di dalam gudang persenjataannya Pentagon memiliki lebih dari 10,000 buah Nuklir di dalam gudang persenjataannya yang mematikan. Setiap bom hydrogen adalah 50 kali lebih kuat daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepamg pada tahun 1945. Sebuah bom hidrogen bila ditempatkan secara strategis dapat menghancurkan sebuah negara sebesar Inggris. Hitler memiliki Bom-H pada tahun dan Pentagon membawa bom=-H Hitler ke Amerika Serikat dan diuji coba di Alaska pada bulan April 1946.

Secara teoritis, Pentagon 9 megaton W-53 hulu-ledak termonuklir (kiri pada gambar), bisa dengan mudah dikemas dalam sebuah tempat kecil 'menyerupai' saturasi untuk menyelam (kanan pada gambar), supaya terlindung dari tekanan 10,000 pound dari setiap inci persegi di dasar laut Sumatra Trench. Keseluruhan kemas yang dilapisi baja beratnya kurang dari lima ton, bisa diselipkan di buritan kapal penyuplai anjungan minyak, yang di Asia sendiri terdapat lebih dari 300 buah. Siapa yang akan memperhatikan?
Lihat gambar termonuklir pentagon > http://www.reformation.org/nuclear-tsunami-7.jpg

Hidrogen atau bom thermonuklir adalah nuklir di dalam nuklir. Dengan kata lain, ia menggunakan fisi (pembelahan sel) dan milyaran derajat dalam sebuah bom atom konvensional (primary) untuk memicu sebuah reaksi berantai (fusion) dalam bom lain (secondary) dalam rangka menciptakan ledakan nuklir. Tahap ketiga atau tertiary dapat ditambahkan hingga hasilnya mencapai 20 juta ton TNT!!

Dr. Edward Teller mengatakan bahwa limit monster ini adalah 100 juta ton TNT!!

Bom-H pertama diproduksi oleh Nazi Jerman dengan bentuk yang sangat besar dan memerlukan pendingin khusus (cryogenics) untuk menjaga agar cairan deuterium tetap berada di bawah 400 derajat Fahrenheit. Pada waktu itu kapal selam merupakan cara yang ideal untuk mengantarkannya, namun akan meletus juga sewaktu terjadi ledakan.

Prinsip-prinsip bom Hidrogen sudah diketahui pada tahun 1944!!

Prinsip-prinsip bom hidrogen sudah diketahui sejak tahun 1944. Kekuatan penghancur sebuah bom hidrogen dibandingkan dengan sebuah bom atom biasa adalah seperti sebuah MAINAN. Hitler tidak main-main dan para ilmuwannya memfokuskan dalam membuat dan mengirim Bom-H.

Menurut Dr. James B. Conant, Presiden Universitas Harvard dan penasehat ilmiah untuk Jenderal Groves, Super Bom Amerika Serikat dengan seksama dikembangan pada tahun 1944.

Waktu dan Tempat Peledakan Bom Hidrogen :


1. Pada tanggal 1 April 1946, sebuah "gempa bumi" yang sangat besar dan Tsunami menerjang kepulauan Aleutian tepi pantai Alaska

2. Ledakan Kedua Bom Hidrogen Bertempat di Lepas Pantai Rusia pada tahun 1952

3. Ledakan Ketiga Bom Hidrogen Terjadi di Alaska pada tanggal 9 Maret 1957

4. Ledakan Keempat Bom Hidrogen Terjadi di Pantai Chili Tahun 1960

5. Ledakan Kelima Bom Hidrogen Terjadi di Alaska pada tanggal 28 Maret 1964

6. Ledakan Keenam Bom Hidrogen Terjadi Di Indonesia pada Tanggal 26 Desember 2004

Ledakan Keenam Bom Hidrogen Terjadi Di Indonesia pada Tanggal 26 Desember 2004.

Sehari setelah CHRIST MASS, Pimpinan Jesuit Jenderal di Vatican, Black Pope memerintahkan Pentagon untuk sementara menghentikan kegiatan ekumene dan mengirim sebuah hadiah Christ Mass kepada Muslim di Indonesia. Secara tradisional Satan, maksud Saya Santa, biasanya datang via udara. Kali ini datang melalui laut membawa KEMATIAN - DEATH dan Kehancuran kepada ratusan ribu orang-orang kafir.

> Nuklir atau beberapa buah Nuklir ditanam oleh Angkatan Laut Pentagon di Sumatra Trench, di pantai Indonesia.

> Waktu - TIMING dari kejadian ini merupakan petunjuk keterlibatan Roma.

> Semua inquisi besar dalam sejarah dimulai sekitar waktu CHRIST MASS. Charlemagne, Kaisar Romawi Pendosa naik tahta pada hari CHRIST MASS pada tahun 800, segera setelah itu, teror datang dari laut ke pulau kecil Inggris dalam bentuk kapal panjang Viking.

> Semua tahun "suci" Vatican atau Jubilees dimulai pada hari Christ Mass.

> Uni Sovyet secara resmi dipecah-belah oleh Jesuit Gorbechev pada hari 19 Christ Mass

Sumber :
akhirzaman.info
thewatcherfiles.com
reformation.org/nuclear-tsunamis.html

Rabu, 10 Juli 2013

Diam-diam AS Danai Penggulingan Mursi



Presiden Mesir yang terpilih lewat pemilihan demokrasi, Muhammad Mursi dengan mudah digulingkan dari kursi presiden lewat kudeta militer pekan lalu. 
Amerika Serikat (AS) tertuduh berada di balik penggulingan itu setelah puluhan dokumen mengungkap aliran uang dari negara itu kepada kelompok di Mesir untuk menekan agar presiden digulingkan.
Dalam laporan Al-Jazeera, Rabu (10/7), peninjauan pada puluhan dokumen pemerintah federal AS menunjukkan Washington diam-diam mendanai tokoh oposisi senior Mesir yang menyerukan penggulingan Muhammad Mursi.
Dokumen yang diperoleh dari Dokumen Pelaporan Investigasi UC Berkeley menunjukkan dana disalurkan melalui program Departemen Luar Negeri untuk mempromosikan demokrasi di kawasan Timur Tengah.
Program tersebut mendukung penuh aktivis dan politisi yang membuat kerusuhan di Mesir setelah penggulingan Hosni Mubarak pada Februari 2011.



Program yang disebut oleh pejabat AS sebagai inisiatif bantuan demokrasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Obama untuk menghentikan sekuler pro-Washington dan memenangkan kembali pengaruh di negara-negara Arab, yang sebagian besar menentang kepentingan AS di Timur Tengah.
Aktivis yang didanai program tersebut termasuk seorang perwira polisi Mesir yang merencanakan kekerasan untuk menggulingkan pemerintahan Mursi. Dana juga mengalir ke seorang politisi anti-Islam yang menganjurkan penutupan masjid dan menyeret pengkhotbah, serta politisi oposisi yang mendorong penggulingan Mursi.
Al Jazeera menulis dalam laporannya informasi yang diperoleh di bawah Undang-undang Keterbukaan Informasi, wawancara, dan catatan publik mengungkapkan bantuan demokrasi Washington mungkin telah melanggar hukum Mesir yang melarang pendanaan politik asing.
Hal itu juga mungkin melanggar peraturan pemerintah AS sendiri yang melarang penggunaan uang pembayar pajak untuk mendanai politisi asing atau kegiatan subversif keuangan yang menarget pemerintah terpilih secara demokratis. Presiden Barack Obama sendiri membantah keterlibatan pemerintahannya dalam peristiwa politik di Mesir.

Postingan Lama Beranda