NEW
YORK, - Presiden Iran Hassan Rohani, Kamis (26/9/2013), meminta
agar Israel menyerahkan program nuklirnya di bawah pengawasan
internasional. Pernyataan
Rohani ini disampaikan menjelang pertemuan menlu Iran dan negara-negara
Barat terkait perselisihan program nuklir Iran.
"Israel, adalah satu-satunya negara yang tidak menandatangani perjanjian non-proliferasi di Timur Tengah. Israel seharusnya segera bergabung tanpa perlu menunda lagi," kata Rohani. Rohani menambahkan, semua aktivitas nuklir Timur Tengah nantinya akan menjadi tanggung jawab Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Iran saat ini masih berselisih paham dengan IAEA yang menganggap negeri itu belum memberikan bukti definitif terkait klaim Iran bahwa program nuklir negeri itu adalah murni untuk tujuan damai. "Tak satu negarapun bisa memiliki senjata nuklir, karena tak ada tangan yang tepat untuk mengendalikannya," ujar Rohani.
Sementara itu, kepada harianThe Washington Post, Rohani mengatakan dia menginginkan sebuah kesepakatan cepat untuk mengakhiri tuduhan Barat bahwa Iran berencana membuat senjata nuklir.
"Israel, adalah satu-satunya negara yang tidak menandatangani perjanjian non-proliferasi di Timur Tengah. Israel seharusnya segera bergabung tanpa perlu menunda lagi," kata Rohani. Rohani menambahkan, semua aktivitas nuklir Timur Tengah nantinya akan menjadi tanggung jawab Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Iran saat ini masih berselisih paham dengan IAEA yang menganggap negeri itu belum memberikan bukti definitif terkait klaim Iran bahwa program nuklir negeri itu adalah murni untuk tujuan damai. "Tak satu negarapun bisa memiliki senjata nuklir, karena tak ada tangan yang tepat untuk mengendalikannya," ujar Rohani.
Sementara itu, kepada harianThe Washington Post, Rohani mengatakan dia menginginkan sebuah kesepakatan cepat untuk mengakhiri tuduhan Barat bahwa Iran berencana membuat senjata nuklir.
Sumber : Info Militer Dunia
0 komentar:
Posting Komentar